Segala
bentuk pelayanan di RSUD Dr Mohammad Saleh Kota Probolinggo selalu
menjadi sorotan berbagai kalangan masyarakat. Untuk itu, RSUD terus
berbenah diri dalam memberikan pelayanan dan menambah fasilitas untuk
memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.Tahun 2011 lalu.
Secara manajamen, lanjut dr Bambang
Agus, atas tuntutan itu rumah sakit berupaya meningkatkan mutu pelayanan
yang arahnya pada kepuasan pelanggan dengan melakukan perubahan
penataan organisasi, sumber daya manusia, sarana prasarana medis dan non
medis.
“Peningkatan mutu pelayanan ini tidak
lepas dari sarana prasarana yang dipunyai, selaras dengan keberadaan
tenaga ahli yang dimiliki RSUD. Kalau sarana prasarana kami sudah punya
berapa peralatan medis yang canggih,” terangnya saat ditemui di ruang
kerjanya, Kamis (23/2) lalu.
Peralatan canggih yang dimaksud adalah
CT scan, eco cardiografi (alat USG untuk mengetahui fungsi jantung),
laparoscopi (alat bedah), phacoemulsivikasi (alat operasi mata katarak),
mikroskop (untuk operasi mata), alat bedah saraf, anastesi, ventilator
transport, peralatan laboratorium dan penyakit saraf 32 channel (electro
encepalographi).
Selain manajemen dan peralatan canggih,
RSUD juga mempunyai pelayanan baru seperti ICCU yaitu sarana untuk
kegawatdaruratan jantung yang dilayani secara tim oleh tenaga medis yang
berkompeten. Pelayanan baru lainnya spesialis hemodialisa (HD) atau
cuci darah, kini RSUD punya delapan unit mesin HD dilayani dokter
spesialis penyakit dalam terlatih HD.
Pelayanan baru yang terakhir adalah
pelayanan spesialis tulang khususnya tulang belakang. “Nah, untuk
pelayanan ini dokternya sub spesialis tulang belakang disamping dokter
spesialis tulang lainnya. Soal SDM, semua dokter (spesialis) sudah
punya,” imbuh lelaki berkacamata itu.
Seperti diketahui, pada 9 Februari RSUD
baru saja meresmikan fasilitas kesehatan baru yakni ruang rawat inap
VVIP dan kelas utama. Sampai saat ini (23/2) masyarakat sudah
menggunakan fasilitas baru tersebut meski harga ruangannya jauh lebih
mahal dibanding kelas ekonomi.
dr Bambang menegaskan, perencanaan untuk
program lima tahun RSUD sudah tertulis dalam rencana strategi bisnis.
Pembenahan ini disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terhadap mutu
pelayanan RSUD. Semakin berkembangnya tekhnologi kesehatan, maka RSUD
harus mengikuti perkembangan ilmu kesehatan dan tekhnologinya.
“Tentunya perkembangan yang ada ini
tanpa melupakan pelayanan yang bermutu pada masyarakat termasuk
pelayanan pada masyarakat miskin. RSUD bertekad tidak akan melakukan
diskriminasi pada golongan masyarakat,” pungkasnya yang kala itu
didampingi sejumlah stafnya.



0 komentar:
Posting Komentar